Techie Update

Artikel Seputar Dunia Teknologi

Save The Energy for a Better Future

Cadangan minyak bumi kian berkurang akibat eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia. Bisakah Anda bayangkan bila suatu saat cadangan minyak bumi habis?! Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap minyak bumi.

Usaha manusia untuk terus menciptakan energi alternatif tak pernah berhenti. Hingga saat ini kurang lebih enam bentuk jenis energi alternatif yang memanfaatkan kekuatan alam maupun hasil buatan manusia. Kemudian, energi alternatif tersebut diterapkan ke berbagai perangkat elektronik maupun otomotif. Hasilnya, energi alternatif tersebut mampu menggerakan kendaraan roda empat, mencas telepon genggam cukup dengan cara ‘dijemur’, bahkan mampu menyuplai listrik satu kota. Berikut adalah contoh beberapa energi alternatif yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.[Octa]

Solar Energy

Salah satu energi alternatif yang memanfaatkan tenaga matahari ini digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti sumber tenaga bagi satelit luar angkasa, keperluan pertanian, kendaraan bertenaga matahari, hingga pembangkit listrik. Teknik pemanfaatan energi surya ini mulai muncul pada tahun 1839 yang ditemukan oleh A.C Becquerel. Dengan memanfaatkan kristal silikon yang dapat mengubah radiasi matahari menjadi bentuk energi lain. Akan tetapi pengembangannya justru baru dilakukan pada tahun 1958. Karena energi matahari yang diproduksi pada pagi hingga sore hari, diperlukan media penyimpanan energi panas matahari yang akhirnya muncullah solar panel yang terdiri atas lilin parafin dan Gauber’s salt. Melalui solar panel inilah, Anda dapat menyimpan energi matahari yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, khususnya di malam hari atau di dalam ruangan.

Quote: “Renewable energy guides such as wind and solar power solutions, also includes articles on cutting energy consumption around your home and business – helping you to save money while preserving the earth!” –greenlivingtips.com

Wind Energy

Ribuan turbin angin dengan kapasitas penyimpanan mencapai 58.982 MW hampir 69% berada di kawasan negara-negara Eropa. Bahkan di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, India dan Denmark telah membuat investasi besar ke pembangkit listrik bertenaga angin. Meskipun keliatannya sepele, namun turbin angin dapat mengurangi efek rumah kaca yang dihasilkan dari pemakaian freon AC yang berlebihan maupun gas karbon CO2 yang berasal dari kendaraan bermotor. Namun sangat disayangkan pemanfaatan tenaga angin ini masih minim sekali. Padahal dengan memanfaatkan energi angin, daerah-daerah terpencil dapat teraliri listrik.

Quote: “The key to successfully lowering your energy cost year round is to implement as many of our green tips as possible. Then, building your wind energy producing system will take you to the next level.” –eliminatepowerbillnow.com

Hydro Power

Tenaga air memiliki manfaat yang cukup besar, seperti irigasi, industri tekstil, hingga pembangkit listrik. Di Indonesia sendiri, tenaga air dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik sudah lama dilakukan. Turbin air yang memanfaatkan gerakan air biasanya didapat dari sungai yang dibendung. Pada bagian bawah dam tersebut terdapat lubang-lubang saluran air. Pada lubang-lubang tersebut terdapat turbin yang berfungsi mengubah energi kinetik dari gerakan air menjadi energi mekanik yang dapat menggerakan generator listrik. Energi listrik yang berasal dari energi kinetik air disebut “hydroelectric”. Hydroelectric ini menyumbang sekitar 715.000 MW atau sekitar 19% kebutuhan listrik dunia. bahkan di Kanada, 61% dari kebutuhan listrik negara berasal dari Hydroelectric. Pembangkit energi air skala kecil atau pembangkit tenaga mikrohidro kian populer sebagai sumber energi alternatif, terutama di wilayah yang terpencil. Sistem pembangkit tenaga mikrohidro dapat dipasang di sungai kecil dan tidak memerlukan dam yang besar sehingga dampaknya terhadap lingkungan sangat kecil. Pembangkit tenaga mikrohidro dapat digunakan langsung sebagai penggerak mesin atau digunakan untuk menggerakan generator listrik. Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga mikrohidro biasa disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, disingkat PLTMH. Daya yang dibangkitkan anatara 5 kW sampai dengan 100 kW.

Quote: “Shorten your shower by a minute or two and you’ll save up to 150 gallons per month.” –wateruseitwisely.com

Biomas Energy

Bionergi dihasilkan dari hasil pembusukan tanaman. Gas yang keluar dari hasil pembusukan tersebut dapat dijadikan energi pembakaran yang bermanfaat untuk berbagai hal, seperti menghasilkan tenaga listrik, maupun bahan bakar kendaraan bermotor. Bahan baku bioenergi ini dihasilkan dari tanaman-tanaman tertentu yang memiliki kandungan gas tinggi, ataupun hasil dari pembusukan mayat hewan maupun manusia.

Ada dua jenis bahan bakar yang dihasilkan dari bioenergi ini, yakni ethanol dan biodiesel. Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya menanam pohon jarak yang diambil bijinya untuk menghasilkan ethanol, bahkan singkong pun bisa diolah untuk menghasilkan bahan bakar bio-ethanol.

Quote: “Buy items with less packaging, and with packaging that your community recycles. It’s convenient to buy snack crackers already divided into even, individual portions in plastic bags, but that creates much more waste packaging than just buying the full box.” –enn.com

Hydrogen Fuel

Dulu orang menganggap bahan bakar kendaraan dari air itu hal yang mustahil. Kini berkat kemajuan teknologi, terciptalah mesin yang dapat memanfaatkan air sebagai bahan bakarnya. Mesin tersebut bekerja dengan cara mengubah molekul air (H2O) ke HHO atau Oxyhydrogen yang dapat menggerakan mesin. Dewasa ini mulai bermunculan, mobil yang memanfaatkan air sebagai bahan bakarnya. Namun sangat disayangkan untuk harga masih terlalu tinggi, yakni sekitar US$ 3.000.000.

Hal ini disebabkan mahalnya investasi terhadap riset dan pengembangan mesin hydrogen. Bila mesin hydrogen akan dibuat secara masal, maka Inilah bahan bakar kendaraan bermotor di masa mendatang.

Quote: “Fast, aggressive driving is a big fuel waster. Try to maintain a constant speed – most cars reach peak efficiency while cruising between 55 and 60 miles per hour – and avoid rapid acceleration and braking, which can increase fuel consumption by as much as 40 percent (and make everyone else on the road hate you).” –sierraclub.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 6, 2010 by in spotlight and tagged , , , , .
%d bloggers like this: